Liburan pun tiba,hari ini Epin dan Anissa mengajak Kia untuk nonton di bioskop. Epin dan Anissa membawa pacarnya yaitu Rico dan Adam. Setelah mereka selesai menonton film mereka memutuskan untuk makan karena perut sudah mulai keroncongan.
“Kia kamu mau makan apa?” tanya Anissa.
Namun Kia seperti sedang melamun hingga pertanyaan dari temannya tak ia jawab.
“Hei, kamu mau makan apa?
Setelah dua kali bertanya barulah kia memberitahu makanan pesanannya. Ia memang sedang jalan dengan teman-temannya. Namun hatinya masih sedih memikirkan kemarin mengapa ayahnya tak sempat datang. Tapi ia berusaha menunjukan perasaan senang kepada teman-temannya karena ia merasa tidak enak. Besok Epin dan Anissa akan berlibur bersama keluarganya masing-masing. Namun tidak bagi Kia, ia memang mengaharapkan bisa berlibur bersama ayahnya. Tapi itu semua hanya harapan belaka, ia tau ayahnya pasti sibuk tak ada waktu.
Seminggu kemudian sekolah pun dimulai. Kia dipanggil gurunya ke ruang guru. Kia ditunjuk untuk mewakili sekolahnya untuk mengikuti olimpiade Astronomi bulan depan. Akhirnya setiap dua minggu sekali ia belajar Astronomi bersama Pak Andri. Namun ia merasa jenuh ia memutuskan untuk mengajak Epin dan Anissa menonton DVD dirumahnya esok hari.
“Epin,Nissa besok kalian bisa tidak kerumahku kita nonton film terbaru?”
“Yaah maaf Ki,aku sama Nissa mau double date besok gak apa-apa kan?
“Oh gitu, iya gak apa-apa kok lain kali aja”.
Walaupun kecewa ia tetep saja tersenyum. Akhirnya seusai belajar Astronomi Kia langsung bergegas pulang. Di rumah ia hanya berdua dengan pembantunya mba Linah karena ayahnya sibuk bekerja. Namun ia memiliki seekor kelinci yang ia beri nama Nuno.Kia sering bercerita kepada Nuno bahwa ia kesepian.
Sabtu pagi ia memutuskan untuk pergi ke pasar hewan. Ia bermaksud untuk membeli kelinci satu ekor lagi. Ia tak ingin Nuno merasa kesepian seperti dirinya. Baginya cukup dia yang merasakan sendiri. Sesampainya dirumah ia langsung memasukan Chubi,kelinci barunya ke kandang Nuno. Kia tampak bahagia ia tersenyum lega melihat kelincinya sudah tak kesepian lagi.
“Nah sekarang kamu Nuno udah gak kesepian lagi deh”.
Tak terasa sebulan berlalu begitu cepat. Hari ini Kia pergi ke Jakarta untuk mengikuti olimpiade Astronomi. Ia ditemani Pak Andri guru yang mengajarkannya Astronomi. Sebelum di mulai ia mengirimkan sms kepada ayah dan teman-temannya termasuk kak Ridho salah seorang kakak kelas Kia. Ia memohon doa agar semua dimudahkan. Ia mencoba meminta Epin,Anissa dan ayahnya untuk hadir jika ia memenangkan olimpiade ini. Lomba pun dimulai,tampak tegang raut wajah Kia. Namun ia berusaha keras menyelesaikan soal-soal tersebut dengan waktu yang telah disediakan selama 2 jam. Akhirnya bel tanda waktu habis berbunyi. Ia segera keluar ruangan untuk melakukan shalat dan makan siang. Setelah itu ia mengirimkan pesan lagi kepada Ayah,Epin dan Anissa agar hadir di tempat tersebut. Beberapa menit kemudian handphonenya bergetar. Ia membaca pesan dari Epin dan Anissa yang mengatakan tidak bisa hadir karena sedang berlatih tari. Kini yang ia harapkan hanya kedatangan ayahnya. Sepuluh menit lagi pengumuman pememang akan diumumkan. Ia berusaha menelpon ayahnya. Namun nomer ayahnya tidak bisa dihubungi. Hingga tiba waktu pengumuman pemenang. Kia merasa nervous. Saat pemenang juara satu ternyata nama Kia yang disebut. Ia pun maju kedepan untuk menerima tropi dan hadiah. Pak Andri mengucapkan selamat dan ia merasa sangat bangga kepada Kia. Tapi berulang kali Kia menoreh kekanan dan kekiri berusaha untuk menemukan sosok ayah yang ia nantikan. Namun pada kenyataannya ia tidak ada di tempat itu. Selepas dari penerimaan hadiah Kia berlari menuju arah luar ia duduk di pojok gedung. Ia menangis meratapi tropi yang ia bawa.
“Kenapa sih semua gak pernah ada waktu buat Kia? Kia mau Ayah,Epin dan Anissa disini, Kia mau berbagi kebahagiaan bersama orang yang Kia sayang.”
Tak berapa lama sesorang menghampiri Kia dan menghapus air mata Kia. Ternyata kak Ridho datang ke tempat itu.
“Makasih yah ka udah dateng kesini”.
“Iya sama-sama udah dong kamu jangan nangis lagi kamu gak sendirian kok kan ada Kakak,mungkin ayah sama temen-temen kamu lagi sibuk jadi gak bisa kesini owiya ini buat kamu.”
Kia diberi boneka Elmo yang lucu oleh Kak Ridho sebagai hadiah atas kemenangannya.Mereka pun pulang kerumah. Tapi Kia merasa kepalanya sangat pusing. Hingga diperjalanan menuju rumah ia tertidur.
Memang saat Ibunya Kia masih ada keluarga Kia sangat hangat dan erat. Setiap weekend mereka sering jalan untuk dinner atau lainnya.Namun keadaan berubah ketika Ibu Kia meninggal. Ayah Kia seperti tidak betah dirumah. Ia selalu sibuk dengan bisnisnya. Mungkin Ayah Kia hanya ingin sedikit melupakan kesedihannya. Karena jika ia berada dirumah ia selalu teringat istri yang sangat perhatiian kepadanya. Entah apakah Ayah Kia tidak bisa menerima kepergian istrinya hingga kini ia menyibukan diri dengan pekerjaannya. Tapi Kia merasa maklum dan harus mengerti dengan keadaan. Hanya kini Ia merasa sangat kesepian.
Seminggu kemudian Kia bangun dari tempat tidurnya. Namun ia merasa kepalanya sangat pusing. Ia berusaha bangun tetapi sulit. Ia pun memaksa dengan berpegang ke dinding ia berjalan menuju ke kamar mandi. Ia berusaha untuk memenuhi janji dengan Kak Ridho.Usai berpakaian rapih ia bergegas menuju tempat makan tempat ia akan bertemu dengan Kak ridho. Namun perutnya sangat mual tak lama ia muntah. Tapi ia bersikeras untuk memenuhi janjinya itu.
Sampai disana ia bertemu dengan Kak Ridho.
“Kia muka kamu pucet,kamu gak apa-apa?”
“Aku gak apa-apa kok Kak”.
Mereka berjalan menyusuri mall. Hari ini Kia ingin membeli kado untuk ayahnya karena seminggu lagi ayahnya akan berulang tahun. Ia sudah memilih dan membungkus sebuah jam tangan untuk ayahnya. Saat akan pulang Kia mengeluh kepalanya sakit dan tiba-tiba Kia pingsan. Kak Ridho membawa Kia ke rumah sakit. Saat Kia sudah sadar, Dokter menyuruh Kia untuk datang kembali esok bersama orangtuanya untuk uji laboratorium. Kia meminta kak Ridho untuk menyembunyikan hal ini dari siapapun.
Esok hari Kia pergi ke rumah sakit menemui Dokter Surya. Namun karena ia tidak memberitahu ayahnya ia hanya datang seorang diri.
“Loh kok kamu datang sendirian,orangtuamu mana Kia?” Tanya dokter heran.
“Oh itu ayah lagi sibuk kerja dok “ jawabnya tegas.
Satu jam kemudian Kia sudah selesai di periksa. Ia menunggu hasil lab keluar. Saat hasil lab keluar ia dinyatakan menderita kanker otak. Ia pun bingung harus bagaimana lalu ia menelpon kak Ridho. Tak lama kak Ridho datang. Kia tak menunjukan ekspresi sedih. Ia hanya meminta agar kak Ridho tak memberitahu siapa-siapa.
Hari demi hari berlalu keadaan Kia tak kunjung membaik. Bahkan frekuensi ia pingsan malah bertambah sering.Walaupun ia rutin menjalani pengobatan tanpa sepengetahuan ayahnya ia merasa tidak ada perubahan. Kemarin ia pingsan disekolah kak Ridho membawanya ke rumah sakit.Keadaannya sudah mulai parah, mungkin kanker sudah menjalar di seluruh kepalanya. Ia meminta kak Ridho untuk mengambilkan selembar kertas dan sebuah pena. Ia menulis sebuah surat dan ia meminta kak Ridho untuk menyampaikan kepada ayahnya. Seketika itu kak Ridho merasa sedih melihat orang yang ia cintai sedang berjuang melawan sakit. Setelah surat itu selesai di buat kak Ridho pergi untuk menemui ayah Kia. Kak Ridho menitipkan Kia kepada suster agar Kia dijaga dengan baik.
“Permisi bapak Yudha ada?”
“Ada di ruangannya silahkan masuk!” kata seoraang sekretaris di kantor ayahnya Kia.
“Permisi om saya datang kesini ingin menyampaikan surat ini”.
“Surat dari siapa ini?”.
“Sebaiknya om baca saja surat ini”
Untuk ayahku tercinta
Ayah,sebelumnya Kia mau minta maaf sama ayah. Kia baru memberitahu ayah sekarang. Soalnya Kia tau ayah sedang sibuk di kantor, Kia takut ganggu ayah kerja. Ayah ,Kia di vonis dokter menderita kanker otak. Kia bingung mau cerita sama siapa.Semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Akhirnya Kia memutuskan untuk tidak memberi tau siapapun. Kia tak ingin orang terdekat Kia merasa sedih dan kasihan kepada Kia. Tapi ayah Kia selama ini merasa kesepian. Sejak ibu meninggal ayah seperti tidak betah dirumah. Kia mau kasih sayang ayah dipeluk ayah seperti dulu. Kia memang memiliki teman-teman. Tetapi ketahuilah ayah, hanya ayah yang Kia mau. Kia sayang sama ayah. Kia sendirian menghadapi ini semua. Kia merasa terabaikan oleh ayah. Kia kesepian, ayah, Tapi Kia Cuma ingin mengucapkan’Selamat Ulang Tahun ayah’...
From your daughter
Zaskia
Setelah membaca surat itu. Ayah Kia langsung berlari menuju mobilnya dengan bercucuran air mata. Seketika ia langsung menuju rumah sakit tempat Kia dirawat.
Sesampainya di rumah sakit ia berlari sekuat tenaga . Namun ia berhenti setelah mebuka kamar tempat putrinya dirawat. Dilihat seorang gadis yang sudah terbujur kaku. Namun gadis itu masih memegang sebuah liontin dan sebuah kotak kado untuk ayahnya.
“Kia bangun sayang, ini ayah Kia, Kia mau dipeluk kan sama ayah , bangun sayang bangun”
“Maafin ayah Kia, ayah selama ini egois hanya memikirkan perasaan ayah yang tidak bisa menerima kepergian ibumua, ayah gak memikirkan keadaan kamu dan perasaan kam, Maafin ayah sayang....
Namun tangisan itu tak akan bisa membuat Kia kembali.
gw sedih nis :'(
BalasHapusmaafin ayah yah :(
iya ayah :'
Hapus