Rabu, 03 Agustus 2011

Keajaiban Rumput Liar

Saat itu cuaca dingin sehabis hujan deras. Lantas aku bermain dengan teman-temanku. Melihat sekumpulan anak kecil kami pun mencoba mendekat. Kami menuju sebuah kali kecil ditengah sawah. Airnya sangat jernih dan banyak ikan-ikan kecil yang berwarna cantik. Waktu itu aku bermain bersama teman kecilku, aku sampai lupa siapa nama temanku  yang pergi bermain bersamaku dulu. Waktu itu umurku belum mencapai lima tahun.
“Nis ayo kita kesana”
“Ayoo siapa takut”
“Wah airnya jernih yah”  temanku berkata sambil mencelupkan sedikit kakinya ke kali kecil itu.
“Iyah, eh itu ada ikan kecil lucunya “ aku menjawab dengan senangnya.
Setelah itu kami menyusuri kali kecil itu. Kali itu sangat menarik perhatian kami. Selain airnya jernih, setiap beberapa meter  tanahnya turun sehingga terlihat seperti air terjun yang ketinggiannya dibawah limapuluh centimeter hahaha. (Namanya juga anak kecil). Dengan hadirnya ikan kecil itu kami semakin tertarik dengan kali kecil tersebut. Lalu kami bermain di salah satu air terjun mini tersebut.
“Eh Nis gimana kalo sandal kita jadiin perahu, anggep aja perahu kita lagi balap”.
“Ayoo hehehe”.
Lalu berulang  kami melakukan hal tersebut sampai suatu ketika..
“Eh eh sendalku gak mau gerak gimana yah nanti aku dimarahi mamah” kataku khawatir.
Lalu aku memutuskan untuk turun ke bawah  tempat air terjun mini tersebut. Tak disangka ternyata  tempat jatuhnya air itu adalah sebuah sumur kecil. Namun untuk ukuran anak lima tahun sumur itu terasa sangat dalam. Sampai aku tenggelam dan hanya rambutku yang terlihat dari atas.
Blubuk ....blubukkk....“Tolong..tolong”  Aku menjerit berharap seseorang temanku menolong.
Tapi kenyataannya temanku tak ada yang menolong. Entah karena mereka takut atau menganggap aku sedang bercanda. Aku terus mencari akal agar tidak tenggelam. Saat aku menarik beberapa rumput ternyata rumput itu selalu putus. Hingga kutemukan rumput liar yang kurasa rumput itu kuat. Kalian tau saat aku menarik rumput aku tidak melihat karena kepalaku pun ikut tenggelam. Aku hanya meraba-raba permukaan. Akhirnya aku naik ke permukaan dengan bantuan rumput liar. Aku merasa lega dan terharu. Aku pun menangis tersedu-sedu. Aku tak tau jadinya jika tidak ada rumput liar itu. Mungkin ini jalan Allah untuk menyelamatkanku dengan perantara beberapa rumput liar. Saat itu sangat terasa hal kecil yang selalu aku sepelekan ternyata sangat bermanfaat bahkan untuk nyawa sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar